Workshop Peningkatan Kapasitas Peran Dosen dalam Mendukung Imunisasi Rutin Melalui Pendekatan Gender

Kupang (11/03/2026). Upaya peningkatan cakupan imunisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Peran Dosen dalam Mendukung Imunisasi Rutin Melalui Pendekatan Gender yang diselenggarakan pada 10 s.d 11 Maret 2026 di Hotel Aston Kupang. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara UNICEF, Poltekkes Kemenkes Kupang, dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Workshop ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap di NTT yang pada tahun 2025 baru mencapai 63,4%, jauh di bawah target nasional sebesar 95%. Ketimpangan cakupan antarwilayah serta masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali (zero-dose) menjadi perhatian utama. Berbagai faktor seperti kondisi geografis, keterbatasan akses layanan kesehatan, faktor sosial budaya, hingga rendahnya pengetahuan masyarakat turut memengaruhi kondisi tersebut.

Selain itu, aspek gender juga menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap rendahnya cakupan imunisasi. Norma patriarki dalam keluarga kerap memengaruhi pengambilan keputusan terkait kesehatan anak, di mana peran ayah sebagai pengambil keputusan utama sering kali belum didukung dengan pemahaman yang memadai tentang pentingnya imunisasi. Di sisi lain, ibu sebagai pengasuh utama juga perlu diberdayakan agar lebih aktif dalam menentukan keputusan kesehatan anak.

Melalui workshop ini, Pusat Peneliatan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Kupang memberikan kesempatan kepada para dosen dari berbagai institusi pendidikan kesehatan seperti Poltekkes Kemenkes Kupang, Universitas Citra Bangsa, STIKes Maranatha, STIKes Nusantara, dan Universitas Nusa Cendana diberikan penguatan kapasitas terkait perspektif gender dalam program imunisasi. Kegiatan ini bertujuan agar para dosen mampu mengintegrasikan isu gender, keterlibatan ayah (father engagement), serta strategi komunikasi kesehatan yang efektif ke dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain peningkatan pemahaman, workshop ini juga mendorong peran dosen sebagai agen perubahan dalam mempromosikan imunisasi di masyarakat. Dengan pendekatan berbasis gender dan kearifan lokal, diharapkan pesan-pesan kesehatan dapat lebih diterima oleh masyarakat serta mampu meningkatkan partisipasi keluarga dalam program imunisasi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Poltekkes Kemenkes Kupang, dan UNICEF, serta diikuti oleh sekitar 60 peserta dengan keterwakilan laki-laki dan perempuan yang seimbang. Selain sesi materi dan diskusi, workshop ini juga menjadi wadah penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor kesehatan dalam mendukung peningkatan cakupan imunisasi di wilayah NTT.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para dosen mampu menjadi motor penggerak dalam upaya promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Pendekatan yang sensitif gender diyakini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat, mengatasi hambatan sosial budaya, serta berkontribusi dalam melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.